Sekarang, saat tahu apa yang ingin dicapai tapi rasanya sulit sekali meraihnya, jadi harus berhenti? Relakan saja mimpi-mimpi itu hanya jadi… well, mimpi?
Tuhan menciptakan kegagalan. Lagi dan lagi. Dan satu orang harus dapat banyak kata gagal. Supaya nanti bila akhirnya raihan itu digenggam, kita akan sangat bersyukur.
Adakah ambang batasnya kalau begitu? Hingga bila limit itu tersentuh, butuh terminasi.. tapi dalam bentuk yang berbeda selain mati? Terus melawan, mungkin…
Kalau ada yang bilang mimpi = endorphin hidup, aku salah satu yang sangat setuju.
From : My timeline
picture taken from here
Tidak ada komentar:
Posting Komentar