Selasa, 27 Juli 2010

Sore yang magis

Kita bercengkerama di sudut teras,di atas lantai ubin dingin
berbekal jutaan kata, cerita, yang telah terpendam lama..

Petang mulai surut, namun kita seolah tak akan pernah kehabisan cerita,
warna..

Binar di matamu tak hilang walau kerlip sore kini tergantikan gradasi yang meremang
menyuarakan rindu setelah pertemuan yang menjarang..

Aku memeluk lutut, menopang daguku di puncaknya
memandangmu, mendengarkanmu bertutur..

Bagai pendongeng lihai kau menghanyutkanku dalam pusaran cerita berbalut rindu yang menghangatkan hati
memoles rasa..

Sudah berapa lama kita tak bersua?

Sampai ketika gelap pekat menyelubungi dan kerlip sore hilang ditelan cahaya neon yang menyilaukan, kau tiba-tiba berhenti.
Terdiam..

Hening..
Kita coba menyelami mata satu sama lain
ingin tenggelam dalam kedalaman rasa yang sesungguhnya telah ada sejak lama
mencoba menemukan momen, saat dimana kita akhirnya mampu mengungkap satu yang demikian kelu,

cinta..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar