of dreams | of life | about love | of bitter reality | of hopes and wishes | about you. Yes, you.
Senin, 02 Juni 2014
hey, june...
Jumat, 29 Oktober 2010
Jumat, 15 Oktober 2010
october
Minggu, 04 April 2010
persegi kelabu - sangtuari - atau tempat sembunyi
Ayah membuatnya jadi sebuah gudang khusus di atas atap untuk benda-benda lama yang masih memiliki kemungkinan untuk dipakai lagi. Dan sepetak ruang lapang terbuka didekatnya biasa digunakan sebagai tempat menjemur baju dan semacamnya. Tapi aku kadang menggunakannya untuk tempat menyendiri. Bersembunyi.

Cahaya alami yang menemani di atap loteng ini. Walau ada lampu tergantung, ia memilih mati

Buku-buku tua peninggalan zaman SD. Dan sisa-sisa buku bergambar Peter Pan dan Cinderella yang tersusun lapuk dan terhias debu. Sebuah pengingat akan masa kecil yang begitu putih. Aku heran mengapa warnanya sekarang mengelabu?

Red Plastic Knight yang merasa kesepian kala kubawa ke atas atap sebagai penjaga ruang rahasia. Ia menginginkan pendamping. Tanpa izin adik terkecil, aku ambil Pavlov kuning dan Toyota plastik kuning dan sesosok ninja biru yang bahkan enggan untuk berdiri. Ksatria Merah itu berbisik, “Terima kasih, teman-teman yang menarik.”
Coba menjelajahi ruang kelabu yang relief lantainya anonim. Aku menggunakan satu-satunya sandal kotor dan tak layak, juga kebesaran. Ruang ini memang gudang. Segala yang didalamnya enggan terpakai lagi. Tapi aku memaksa. Dan sandal hitam kebesaran itu akhirnya menyerah. Oh, solnya hampir terburai. Enggan dipijaki kaki buruk tak terurus.
Kupu-kupu biru mencuri kalung leher sang sapi. Mengepak angkuh mencari teritori baru. Hei ruang persegi kelabu, kau kedatangan tamu.
Tarik garis lurus, mulai berkontemplasi. Memilah tiap memori. Ini ruang yang tepat untuk membuka lebar-lebar topeng yang biasa dikenakan. Aura kelabunya menggerakkan itu.
Bahkan deretan hanger tua ini punya cerita. Tentang helai-helai kain yang baru dan usang yang bersaing untuk memuaskan lekuk tubuh. Mencoba menutupi dengan nyaman. Biasanya si baru itu angkuh. Tapi ia masih memiliki sedikit memori, tak seperti si usang yang selalu terkenang.
Kamis, 14 Januari 2010
kembali menulis untuk hati
Ow.. ow.. tapi yang ada malah membahas apa sih blog itu, manfaatnya bla bla bla. Dan itu seperti nonton rerun E-lifestyle beberapa bulan lalu karena ,entah ini déjà vu atau bukan, aku pernah nonton episode tentang blogger yang juga membahas hal yang sama.
Tee hee..
Well, at least I was recalling something, right
And I got the fact that, kebanyakan blogger yang blognya banyak dikunjungi sudah memulai kegiatan bloggingnya sejak beberapa tahun lalu dan mereka mengupdate blognya secara rutin.
Mereka juga menitikberatkan daya tarik blog pada isi, bukan dekorasi. Walau memang pemanis itu juga perlu.
Dan aku pikir, iya sih, semanis-manisnya pemanis, nggak ada guna kalau postingannya kosong, ya kan?
Dan isi yang bagus bisa jadi akibat dari rutinitas blogging selama bertahun-tahun itu, seperti latihan . seperti ada kenaikan tingkat kemampuan untuk tiap postingan baru. Seperti ada yang berbeda dan lebih baik saat membuka jurnal-jurnal aku tahun demi tahun.
Dan soal profit atau uang tambahan yang didapat dari blogging, mereka bilang sih itu jadi bonus karena kita udah ngeblog dengan baik.
Yang ini mengingatkan aku sama tujuan aku nulis.
Apa yang sebenarnya aku kejar, apa yang sebenarnya aku cari dari torehan demi torehan kata-kata yang menumpuk di jurnal.jurnal dan buku-buku kumpulan cerita yang aku tulis sendiri.
Is it all about money?
Atau ini kembali tentang sebuah kepuasan hati. Merefleksikan kembali perasaan dan kejadian sehari-hari dalam tulisan saat aku kelu buat bicara sama orang lain.
Ini tentang.. luapan perasaan, tentang ide, tentang informasi, tentang pengingat.. tentang media untuk menyalurkan rasa depresi dan imajinasi yang menggila.
Ini tentang membuat hati merasa lebih baik.
Tentang merasa nyaman dan puas pada diri kita sendiri, terutama saat mencapai kata tamat, end, selesai, fin atau apapun sebutannya pada akhir cerita, fiksi-fiksi yang kita buat sendiri.
Masalah dibaca orang lain atau tidak, disukai orang lain atau tidak, dimuat dalam majalah atau dibukukan, kembali lagi itu hanya bonus. Reward atau keberuntungan kecil yang Tuhan beri agar kita semakin nyaman menulis.
chilly afternoon,
phe





.jpg)