Tampilkan postingan dengan label personal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label personal. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Juni 2014

hey, june...

philaluphia's babblings


hey, June..
hello midyear that always makes me yearn for the previous months to return to so i wouldn't feel so old.

starting last may, i decided to go back to the class reviewing this language i rarely use. 
it's nice to be involved in a routine which requires you to write things you know you love. and it's nicer to have routine that compel you to go back and forth in an environment where passion fills the air. 

and starting this month, i'm gonna challenge myself in writing department. i make this personal challenge called weekly writing project. so, once a week, i'll come up with a premise, can be retrieved from any source, and try to write an article out of it.
first premise comes from one of the article about the meaning of a name. i'll try to share what's within my name on the next post.
once a week sounds tiny and insignificant, but for someone so eager to put off things like me, that is a proper number. wish me luck.

so, June, be nice to me. and be more productive.

Jumat, 29 Oktober 2010

Once..

never frown even when you're sad because you never know who will fall into your smile
i said that once..
and you told me that was true..

once..

Jumat, 15 Oktober 2010

october

i didn't mean to abandon this piece of work

just purely had no time arranging proper words

me
speechless

this october

Minggu, 04 April 2010

persegi kelabu - sangtuari - atau tempat sembunyi


Ayah membuatnya jadi sebuah gudang khusus di atas atap untuk benda-benda lama yang masih memiliki kemungkinan untuk dipakai lagi. Dan sepetak ruang lapang terbuka didekatnya biasa digunakan sebagai tempat menjemur baju dan semacamnya. Tapi aku kadang menggunakannya untuk tempat menyendiri. Bersembunyi.





Cahaya alami yang menemani di atap loteng ini. Walau ada lampu tergantung, ia memilih mati


Buku-buku tua peninggalan zaman SD. Dan sisa-sisa buku bergambar Peter Pan dan Cinderella yang tersusun lapuk dan terhias debu. Sebuah pengingat akan masa kecil yang begitu putih. Aku heran mengapa warnanya sekarang mengelabu?



Red Plastic Knight yang merasa kesepian kala kubawa ke atas atap sebagai penjaga ruang rahasia. Ia menginginkan pendamping. Tanpa izin adik terkecil, aku ambil Pavlov kuning dan Toyota plastik kuning dan sesosok ninja biru yang bahkan enggan untuk berdiri. Ksatria Merah itu berbisik, “Terima kasih, teman-teman yang menarik.”



Coba menjelajahi ruang kelabu yang relief lantainya anonim. Aku menggunakan satu-satunya sandal kotor dan tak layak, juga kebesaran. Ruang ini memang gudang. Segala yang didalamnya enggan terpakai lagi. Tapi aku memaksa. Dan sandal hitam kebesaran itu akhirnya menyerah. Oh, solnya hampir terburai. Enggan dipijaki kaki buruk tak terurus.




Kupu-kupu biru mencuri kalung leher sang sapi. Mengepak angkuh mencari teritori baru. Hei ruang persegi kelabu, kau kedatangan tamu.




Tarik garis lurus, mulai berkontemplasi. Memilah tiap memori. Ini ruang yang tepat untuk membuka lebar-lebar topeng yang biasa dikenakan. Aura kelabunya menggerakkan itu.




Bahkan deretan hanger tua ini punya cerita. Tentang helai-helai kain yang baru dan usang yang bersaing untuk memuaskan lekuk tubuh. Mencoba menutupi dengan nyaman. Biasanya si baru itu angkuh. Tapi ia masih memiliki sedikit memori, tak seperti si usang yang selalu terkenang.




Namun yang utama. Persegi kelabu telah memberiku, ini. Inspirasi.

Kamis, 14 Januari 2010

kembali menulis untuk hati

Aku bela-belain tidur siang telat (see how lazy and spoiled I am] untuk nonton E-lifestyle karena siang itu tema yang dibahas adalah blogging. Aku sih, sebagai blogger yang baru banget lahir, mengharapkan mereka bisa kasih tips dan trik bagaimana mempercantik dan memanage blog supaya banyak dikunjungi dan dibaca orang.
Ow.. ow.. tapi yang ada malah membahas apa sih blog itu, manfaatnya bla bla bla. Dan itu seperti nonton rerun E-lifestyle beberapa bulan lalu karena ,entah ini déjà vu atau bukan, aku pernah nonton episode tentang blogger yang juga membahas hal yang sama.

Tee hee..

Well, at least I was recalling something, right
And I got the fact that, kebanyakan blogger yang blognya banyak dikunjungi sudah memulai kegiatan bloggingnya sejak beberapa tahun lalu dan mereka mengupdate blognya secara rutin.

Mereka juga menitikberatkan daya tarik blog pada isi, bukan dekorasi. Walau memang pemanis itu juga perlu.
Dan aku pikir, iya sih, semanis-manisnya pemanis, nggak ada guna kalau postingannya kosong, ya kan?

Dan isi yang bagus bisa jadi akibat dari rutinitas blogging selama bertahun-tahun itu, seperti latihan . seperti ada kenaikan tingkat kemampuan untuk tiap postingan baru. Seperti ada yang berbeda dan lebih baik saat membuka jurnal-jurnal aku tahun demi tahun.

Dan soal profit atau uang tambahan yang didapat dari blogging, mereka bilang sih itu jadi bonus karena kita udah ngeblog dengan baik.

Yang ini mengingatkan aku sama tujuan aku nulis.

Apa yang sebenarnya aku kejar, apa yang sebenarnya aku cari dari torehan demi torehan kata-kata yang menumpuk di jurnal.jurnal dan buku-buku kumpulan cerita yang aku tulis sendiri.

Is it all about money?

Atau ini kembali tentang sebuah kepuasan hati. Merefleksikan kembali perasaan dan kejadian sehari-hari dalam tulisan saat aku kelu buat bicara sama orang lain.
Ini tentang.. luapan perasaan, tentang ide, tentang informasi, tentang pengingat.. tentang media untuk menyalurkan rasa depresi dan imajinasi yang menggila.

Ini tentang membuat hati merasa lebih baik.

Tentang merasa nyaman dan puas pada diri kita sendiri, terutama saat mencapai kata tamat, end, selesai, fin atau apapun sebutannya pada akhir cerita, fiksi-fiksi yang kita buat sendiri.

Masalah dibaca orang lain atau tidak, disukai orang lain atau tidak, dimuat dalam majalah atau dibukukan, kembali lagi itu hanya bonus. Reward atau keberuntungan kecil yang Tuhan beri agar kita semakin nyaman menulis.


chilly afternoon,
phe