Tampilkan postingan dengan label love. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label love. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 April 2010

Jarak kadang menipu.. Kadang juga tidak..



Jejak di atas aspal yang mengeras,seperti awan--ia berarak, mengiring papasan jarak
aku coba mendekat
ke tempat kau berada sekarang

aku ingin kita melangkah ke satu arah yang sama

aku masih percaya pada keajaiban kecil sebuah kebetulan yang menyenangkan

jadi bila hati kita benar menyatu..
Kau akan tahu dimana harus mencariku

seperti aku tahu dimana harus mencarimu
karenanya aku mendekat memapas jarak
agar kita tak terpisah terlalu jauh

namun sia-sia
karena kita masih bisu satu sama lain

dan untuk kali ini,jangan salahkan jarak..

picture taken from here

Jumat, 02 April 2010

with me



Adalah gambaran sebuah kekuatan dan perpaduan cahaya, warna, sudut, lekuk dan memori.

dan hidup meramunya.

dalam waktu.

Sabtu, 27 Maret 2010

this is why i love Rosie Dunne so very much




Page 204
Rosie : Kalau aku mirip apa?
Ruby : pertanyaan bagus. Menurutku kau mirip bawang bombay.
Rosie : kenapa? Karena aku bau dan membuat orang menangis? Kenapa? Karena aku bau dan membuat orang menangis?
Ruby : kenapa kau mengulangi pertanyaanmu sampai dua kali?
Rosie : Bawang bombay kan begitu –walaupun bau, orang selalu ketagihan memakannya.
Ruby : lucu juga bawang yang satu ini. Bukan itu alasannya, tapi karena kau juga memiliki banyak lapisan, Rosie Dunne. Dan seiring berjalannya waktu, lapisan demi lapisan itu mulai terbuka. Kurasa, ada lebih banyak lapisan di dalamnya daripada yang dikenal orang. Kalau aku mirip apa?
Rosie : Hmm, mirip bolu.. seiris bolu manis dengan lapisan gula dan ceri merah di atasnya.
Ruby : gendut dan tidak sehat

Page 224-225
(Rosie) sekarang aku sudah 30 tahun tapi masih merasa seperti anak kecil. Aku masih sering melihat kepada orang-orang lain untuk memastikan aku tidak melakukan hal-hal yang terlalu berbeda dengan mereka. Masih mencari-cari orang yang bisa kumintai tolong, berharap ada yang menyenggolku dan berbisik memberi saran. Tapi sepertinya tidak ada yang melihat padaku. Tidak ada orang di sekitarku yang memandang berkeliling dan bertanya-tanya apa yang harus mereka lakukan. Mengapa aku merasa seakan-akanaku satu-satunya orang yang bingung dan prihatin dengan pilihan yang kuambil dan ke arah mana aku harus melangkah? Ke arah manapun aku memandang, yang kulihat hanyalah orang-orang yang sibuk menjalani hidup. Mungkin sebaiknya kuikuti saja mereka.

*gosh. That was one of my favorites*

Page 225-226
(Stephanie) setiap kejatuhan justru membuatmu semakin kuat. …bila disana ada cinta, kau layak memperjuangkannya. …setiap hal kecil pasti bertumbuh kalau kau memeliharanya, Rosie. Begitu juga halnya dengan cinta. …tidak semua orang tahu harus melakukan apa dalam hidupnya. Terkadang kami semua sama bingungnya denganmu.

*God, can you give me one Stephanie for me? --sigh*

Page 233
(Rosie) Dia juga pakai glitter di mata, glitter di pipi, glitter di rambut; ternyata selama ini aku membesarkan bola disko, bukan anak perempuan.

Page 235
(Alex) …sudah dulu, ya; ada jantung yang perlu kuotak-atik.

Page 236
(Rosie) mungkin benar para pria dalam hidupku mengecewakanku, tapi gadis kecilku mengobati kekecewaan itu.

Page 307
(Rosie) : Apa hebatnya kalau bayi mungilku yang cantik tumbuh besar, berjerawat dan galak sementara aku membusuk perlahan-lahan di depan mata kepalaku sendiri? Semakin besar dia, semakin tua aku.
(Ruby) : penemuan yang cerdik sekali.

Quoted from Where Rainbow Ends by Cecelia Ahern.



Dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia dan distribusi oleh Gramedia Pustaka Utama.

gambar diambil dari sini

Sabtu, 13 Maret 2010

another wedding, another wish of happily-ever-after-life

selalu wondering, apakah itu selalu ada di benak tiap individu setelah selesai sekolah lalu mendapat pekerjaan dan langkah selanjutnya adalah.. pernikahan?


Bagaimana dengan mimpi?

Bagaimana dengan idealisme cinta? Merasa klik dengan seseorang, bahwa ia adalah sosok tepat buat kita.


Atau bahwa pernikahan adalah mimpi itu sendiri? Dimana ia membangun wacana tentang idealisme cinta seiring dengan terajutnya jalinan itu..


Cinta seperti apa yang akhirnya membawa kita pada bentuk keyakinan hati hingga menjejak seremoni sakral pernikahan?


Bentuk cinta seperti apa?

Dalam tahapan seperti apa?

Dan, pernikahan hanya sebentuk seremoni?


Cinta, di mataku, adalah penyatuan dua karakter dimana masing-masing irisannya terdapat bagian–bagian individu yang melebur satu sama lain. seperti berbagi diri, berbagi visi dan intensi..


Ada pembicaraan-pembicaraan tentang rahasia tekelam, rasa percaya akan keberadaan, pandangan ideal tentang rasa nyaman dalam sebuah kedekatan, ketakutan terbesar dan kekaguman diri yang terpancar.


Sejoli yang tak mampu menyakiti selain untuk kebenaran hakiki yang makin mendekatkan dua jiwa.


Aku bingung karena belum pernah mengecap rasa sedahsyat itu. Pula berpikir tentang pernikahan.


Aku masih mencari ruang nyaman dimana aku mampu leluasa bergerak melacak mimpi.

Aku masih mencari sosok.

Sebuah bentuk cinta yang meyakinkan aku bahwa pernikahan bukan sekedar ritual atau seremonial lanjutan dalam fase hidup.


Sosok itu harus membuat alur hidupku ini beriak dalam bulatan-bulatan air yang terlempar ke udara, dan satu-satunya hal yang terlihat dalam Kristal beningnya adalah rasa syukur bahwa inilah dinamika indah dalam sebuah perjalanan singkat.

Ia memberikan begitu utuh hingga aku mampu memberi sama banyak.

Tidak sekedar kata-kata manis dalam kecapan bahagia sesaat hingga menimbulkan ledakan. Pernikahan dari itu tak lagi ikatan murni dua hati. Itu sekedar rekatan rapuh nafsu. Mereka itu yang tersiram pusaran arus lalu luruh.


Aku ingin bila momen itu datang –bahwa mimpiku mencakup sebuah pernikahan di dalamnya, dan sosok tepat itu tiba dan kami adalah simpul mati yang tetap rekat selamanya.

Selasa, 16 Februari 2010

poet of the afternoon

Langit sore mendayu serupa
Muram wajah sayu matanya
Torehan dalam kertas terabaikan
Dia terpesona
Pada seberkas sinar toska
Memancar dari kolam kelabu

Hatinya jatuh pada kedalaman baru
Ia baru mengalaminya kali ini

Ah, cinta…

Minggu, 14 Februari 2010

kenangan di sebuah sore

Teh madu mengepul
Sepiring pisang goreng hangat tersaji
Aku duduk melingkar di atas matras berayun
Dalam teras berdebu
Pada sebuah sore yang basah dan kelabu
Pada kungkungan senja yang perlahan turun
Dan aku mengenangmu
Tiap hembusan angin
Tiap aroma tanah basah yang terhirup
Tegukan pertama teh madu yang hangat
Mengiringi tiap memori yang terputar
Kekaguman
Rasa peduli
Cinta..
Lalu kehilangan
Lalu kau pergi.

Pisang goreng pertama habis sudah
Kala titik-titik gerimis kembali turun
Menjembatani apa yang tak pernah menyatu
Hingga akhirnya nanti

Notebook yang menyala, sebuah tab yang terbuka
Dan aku coba memulai postingan baru :
Untuk cinta …

300110
05:55pm





afternoon kisses,
nia

Jumat, 05 Februari 2010

for love, peace and smile ...

Allah
pemberi
pencipta
damai
cinta


Sinagrar, Kashmir
Peshawar
Kabul, Afghanistan
Mogadishu, Somalia
Baghdad, Irak


Indonesia

beri mereka damai
untuk sedetik saja nikmati
hari yang indah
dari Mu


biarkan senyum polos
itu merekah

biarkan remaja itu
berkutat
berkumpul
berbicara
tentang buku, cita, cinta
lagu, simfoni
keindahan hidup
tertawa lepas
memandang masa depan tanpa ragu

tanpa takut apa yang akan
datang menyerang beberapa detik lagi

bom menggema
rentetan peluru berdesing
teriakan pilu kesakitan

aku percaya masih ada
cinta
damai
senyum

Kau
punya itu
segalanya

Allah
please...


gambar diambil dari sini