of dreams | of life | about love | of bitter reality | of hopes and wishes | about you. Yes, you.
Senin, 02 Juli 2012
aku, kamu
Kamis, 30 Desember 2010
kau apakan cinta...
kau apakan cinta saat ia kelu membagi namun hati terlanjur memberi?
apa kau memikirkan parit kecil?
arus kecilnya mengalir lambat dan kau melihat cinta itu hanyut perlahan hingga ke samudera
dan akhirnya ia tenggelam di palung terdalam
apa kau memikirkan kubangan besar?
yang diameternya begitu lebar
memuat seluruh perasaan lalu kau kubur rapat
apa kau memikirkan semilir angin?
hingga ia menerbangkan parut-parut itu satu demi satu ke angkasa
hilang ke angkasa seluruhnya
atau kau memikirkan nyala api dalam perapian?
kau tulis cinta itu dalam lembaran kertas banyak-banyak
kau lempar ia ke dalam lidah api berkobar jadi abu dan asapnya membumbung tinggi
kau apakan cinta saat ia kelu membagi namun hati terlanjur memberi?
aku memikirkan kamu
membiarkannya menjadi noktah di suatu tempat di benak dan hatimu
tak pernah teringat namun ada
tak pernah terlintas namun nyata
sisanya aku simpan di kompartemen khusus di hatiku
biar mengendap selamanya
karena sepedih apapun
aku tak ingin ia tenggelam
aku tak cukup mampu menyelam ke dasar untuk mengapungkannya kembali
aku tak ingin ia terkubur
aku mungkin akan terlalu letih menyekop ke dasar
aku tak ingin ia mengangkasa
aku tak miliki balon udara untuk mendaratkannya kembali di bumi
aku tak ingin ia terbakar
jelaga tak mengingatkanku pada apapun
aku butuh memorimu
jadi saat cinta kelu membagi namun hatiku terlanjur memberi,
aku bisa memeluknya erat...
disini.
291210,afternoon
Selasa, 26 Oktober 2010
stars
menggoda merayu membuai hati
memaksanya tersenyum
mereka bicara tentang kebahagiaan seolah-olahtahu apa yang dibutuhkan
apa yang kubutuhkan untuk sebuah tawa
tapi mereka hanya gemerlap artifisial yang bisa tiba-tiba padam bila tak cukup dialiri arus
mereka tak mampu hidup lama
mereka tak cukup tahu arti atau bagaimana menjadi bahagia
aku merindukan kerlap-kerlip kecil yang menyala bergantian
timbul tenggelam dalam lautan hitam angkasa di pekatnya malam
kerlap-kerlip menenangkan
terlihat jauh tak terjangkau namun dapat tiba-tiba meluncur turun ke sini
me-riakan mata
mendamaikan hati
aku ingin ia...
kamu-kah ia?
kamu-kah kerlap-kerlip itu?
kamu-kah bintangku?
Jumat, 17 September 2010
lost
Sejuta permintaan maaf dan selamat tinggal
Perpisahan begitu iminen hingga aku tak mampu lagi meraba celah untuk kita terajut kembali.
Tapi aku hanya mendengar hening, yang mengayun maju mundur, keras walau tak tersapu angin.
Bahwa rasa bencimu telah begitu pekat hingga beberapa kata seolah tabu.
Ada kekosongan yang amat mengerak. Di sini. Di tempat kau sempat bersemayam. Area itu sulit untuk cantik lagi. Untuk terisi lagi dengan rasa baru.
Walau memang ada satu terapi spesifik yang mampu memulihkan itu : maafmu
Kamis, 02 September 2010
Kamis, 19 Agustus 2010
dalam hening pagi
aku melangkah pagi ini mencari kedamaian di sisi atap
bersimbah kemilau pagi
lembut angin melingkupi, mengenang sebuah perpisahan tak terlisankan
kau memverbalkan selamat tinggal saat gerak punggungmu menjauh
dan tak lagi menoleh
benak dan hati bertikai dalam selubung eksterior ketidakpedulian
membiarkan langkahmu menjauh saat sebenarnya
ingin mencengkeram dan memaksamu kembali
dalam hening hiruk pikuk pagi alam menyenandungkan sebuah penyadaran
kau pergi agar ku meraihmu kembali
jadi dalam hening pagi aku berbisik lembut
pada semilir sejuk yang menyapa tubuh
biar kau menikmati perjalananmu kali ini meski tanpa ku temani
dan biar belaian sejuk itu meyakinkanmu
bahwa saat kau kembali aku sudah jauh lenih baik dan peduli
aku biarkan angin pagi membuat kita terkoneksi,
selamat jalan...
be safe on your road trip, i'll be waiting
Jumat, 09 Juli 2010
dawai pagi
memberi kesempatan pada gradasi emas
yang hendak nampak
di sisi siluet pagi yang ajaib
..
matanya tersaput kabut
bening
namun berair
dan sayu
bagai sebuah kehidupan terpuruk disana
meluncur turun
hingga tersuruk
di atas tanah
menelungkup keperihan
dengan jemari yang tertekuk memohon pegangan
..
jangan tertipu
dia masih tegak berdiri
di atas tanah
menatap siluet pagi
dengan ketegaran yang tersisa
tabuh rindu
bersamaan kerjapan cahaya
yang mendadak kembali
muncul.. mempertegas kekosongan
di hatinya
he needs his girl..
Jumat, 07 Mei 2010
Doa sang ilalang

senyum yang merekah kali ini--bila kau mampu melihat guratannya--sepintas mirip ilalang yang dihembuskan angin..
Gerakannya bergantung pada seberapa kuat energi itu mendorongnya..
Hanya bergulir sedikit menyentuh sisi
atau bahkan merunduk hingga ke batas jauh..
Tapi angin dalam badai,lengkap dengan hujan yang mengiringi
membuat gerakan sang ilalang menjadi inkoheren
sesaat menari dengan liarnya mengikuti liukan angin
sesaat lalu terhempas diam dalam bulir deras titik air
memaksanya berhenti menari..
Ilalang hanya mampu lirih bergumam
"badai ini cepatlah usai,aku rindu matahari dan semilir hening yang menyejukkan. Membuatku lepas menari.."
senyum itu,akankah terus hilang?
beautiful picture taken from this beautiful blog
Kamis, 06 Mei 2010
Senin, 26 April 2010
00.10
pekat menggulita
diiringi deru mesin
terbangkan debu
remang lembut melingkupi
figur ayah memeluk bayinya erat
aku terpesona
Rabu, 21 April 2010
Loveliness in laugh
scratching my throat
till then i'll cry rightaway
a sudden bleeding
crashing world
wanna laugh to laugh to cry
pathetic
Selasa, 20 April 2010
Jarak kadang menipu.. Kadang juga tidak..
Jejak di atas aspal yang mengeras,seperti awan--ia berarak, mengiring papasan jarak
aku coba mendekat
ke tempat kau berada sekarang
aku ingin kita melangkah ke satu arah yang sama
aku masih percaya pada keajaiban kecil sebuah kebetulan yang menyenangkan
jadi bila hati kita benar menyatu..
Kau akan tahu dimana harus mencariku
seperti aku tahu dimana harus mencarimu
karenanya aku mendekat memapas jarak
agar kita tak terpisah terlalu jauh
namun sia-sia
karena kita masih bisu satu sama lain
dan untuk kali ini,jangan salahkan jarak..
picture taken from here
Rabu, 14 April 2010
UNTUK SENYUM MARIBELLE
Bagian pertama
Di balik konter marbel berpelitur
Ia menggaruk tumitnya yang memerah
Di atas tulang kering
Berdiri begitu lama di atas
Mendengarkan ocehan lalu lalang
Stella McCartney atau Kate Spade
Anna Sui atau Carolina Herrera
Sementara sesekali figur bersetelan
Mengganggunya dengan pertanyaan
Abu-abu atau hitam?
Ia menikmati hidup
Sebenarnya
Rutinitas
Seni
Memoles diri
Namun ia ingin cinta
Ia butuh cinta
Ia tahu Keats
Namun ia tak peduli siapa
Ia hanya mengerti
Bahwa cinta adalah Tuhan
Dan pelukan adalah iman
Bahwa ketidakjujuran hati adalah dosa
Lalu ia hanya ingin itu
Bahagia seutuhnya
Lalu pertemuan itu
Pemuda Laundromart-kah
Jawabnya?
Bagian kedua
Sepasang sarung tangan hitam
Terjual di suatu pagi
Bahwa ia menemukannya di muka apartemen
Saat senja
Berselipkan potongan kertas mahal
Bertanda tangan
Mungkin misteri
Mungkin bukan
Figur itu terlihat dewasa
Mungkinkah ia
Mungkinkah berada?
Karena ia yakin Armani itu sungguhan
Dan mantel itu asli Burberry
Dan
ia tahu Keats
namun ia tak peduli siapa
ia hanya mengerti
bahwa cinta adalah Tuhan
dan pelukan adalah iman
bahwa ketidakjujuran hati adalah dosa
lalu ia hanya ingin itu
bahagia seutuhnya
jadi saat figur itu mengisi harinya
menghujaninya dengan Chanel dan Prada
membuatnya tertawa
sementara pemuda Laundromart asyik berkelana
di sisi lain benua
mungkinkah bahagia
mungkinkah cinta?
Bagian ketiga
Dan
Ia tahu Keats
Namun ia tak peduli siapa
Ia hanya mengerti
Bahwa cinta adalah Tuhan
Dan pelukan adalah iman
Bahwa ketidakjujuran hati adalah dosa
Lalu ia hanya ingin itu
Bahagia seutuhnya
Karena bahagia adalah kebutuhan
Dan
Setelah rentetan malam penuh pertanyaan
Sejuta mungkin
Sejuta rekaan alasan
Sejuta analisa
Salahkah bila ia ingin bahagia dengan utuh
Menengadah untuk kepastian hati?
Hingga tangis itu akhirnya menjadi jawaban
Kibaran mantel Armani dari sebuah figur
Yang membalikkan tubuhnya
Berkata tidak
Ia tersakiti
Ia menjauh
Membangun inci demi inci lagi
Kehidupannya
Karena bahagia adalah kebutuhan
Lalu sosok itu kembali
Pemuda Laundromart yang kini lebih bersahaja
Memberinya tawa
Memberinya senyum
Menawarkan kehangatan
Perlindungan
Kepastian hati
Pada dunianya yang baru
Untuk pemuda Laundromart
Yang kini tampil lebih bersahaja
Yang meneteskan tiap peluh untuk
Sebuah kata pantas baginya
Yang membuat ia merasa signifikan
Punya peran
Yang memberi dia
Hampir segalanya
Pada tiap ukiran senyum
Ia akan memberi kasih dengan porsi yang
Sama besar
Karena cinta adalah Tuhan
Dan pelukan adalah iman
Lalu ia hanya ingin itu
Bahagia
Seutuhnya.
*terinspirasi oleh Shopgirl, karakter Maribelle Buttersfield
Dan salah satu puisi Keats.
Jumat, 26 Maret 2010
fiksi

mereka
hadir tiba-tiba dalam endapan demi endapan
yang menetap dalam kilasan suasana
dan gumaman percakapan tanpa bayangan
memenuhi benak hingga sejenak
mengacaukan fungsi otak untuk
mencerna mana nyata mana mimpi
hingga secara ajaib mereka terpilah
terbagi dalam bilik-bilik imajinasi
di balik masing-masing sekatnya tersembunyi
dunia yang berbeda
mempersiapkan diri untuk berpentas
dalam panggung besar di pusat benak
mereka melatih tiap adegan, bloking dan dialog
mencari ketepatan emosi, ekspresi dan rasa
meperkuat gestur
memoles dekorasi untuk mencipta suasana
dalam rupa warna, konsistensi, ruang dan waktu
menunggu giliran untuk hidup
nyata sesaat
tertuang lewat tinta pena dalam
lembaran-lembaran kosong membangun cerita
membuatku menjadi tuhan
sesaat.
You only live once, if it is great –well, fantastic, but if not.. then write a story bout it.
Find it in her timeline.
If I get scared, I can not write and if I write, I am not scared.
Dr.Alaa Al Aswany (National Geographic, September 2006), Cairene dentist and writer.
Rabu, 17 Maret 2010
a murmur in the valley
Somebody murmured an awkward sound
Echoing nervously somewhere in the humid valley
When glanced around and found nobody
Curiousity resonated through my worried eyes
Was that sound yours?
Selasa, 16 Februari 2010
poet of the afternoon
Muram wajah sayu matanya
Torehan dalam kertas terabaikan
Dia terpesona
Pada seberkas sinar toska
Memancar dari kolam kelabu
Hatinya jatuh pada kedalaman baru
Ia baru mengalaminya kali ini
Ah, cinta…
Minggu, 14 Februari 2010
kenangan di sebuah sore
Sepiring pisang goreng hangat tersaji
Aku duduk melingkar di atas matras berayun
Dalam teras berdebu
Pada sebuah sore yang basah dan kelabu
Pada kungkungan senja yang perlahan turun
Dan aku mengenangmu
Tiap hembusan angin
Tiap aroma tanah basah yang terhirup
Tegukan pertama teh madu yang hangat
Mengiringi tiap memori yang terputar
Kekaguman
Rasa peduli
Cinta..
Lalu kehilangan
Lalu kau pergi.
Pisang goreng pertama habis sudah
Kala titik-titik gerimis kembali turun
Menjembatani apa yang tak pernah menyatu
Hingga akhirnya nanti
Notebook yang menyala, sebuah tab yang terbuka
Dan aku coba memulai postingan baru :
Untuk cinta …
300110
05:55pm

afternoon kisses,
nia
Jumat, 05 Februari 2010
for love, peace and smile ...
pemberi
pencipta
damai
cinta

Sinagrar, Kashmir
Peshawar
Kabul, Afghanistan
Mogadishu, Somalia
Baghdad, Irak

Indonesia
beri mereka damai
untuk sedetik saja nikmati
hari yang indah
dari Mu

biarkan senyum polos
itu merekah
biarkan remaja itu
berkutat
berkumpul
berbicara
tentang buku, cita, cinta
lagu, simfoni
keindahan hidup
tertawa lepas
memandang masa depan tanpa ragu
tanpa takut apa yang akan
datang menyerang beberapa detik lagi
bom menggema
rentetan peluru berdesing
teriakan pilu kesakitan
aku percaya masih ada
cinta
damai
senyum
Kau
punya itu
segalanya
Allah
please...
gambar diambil dari sini

