Tampilkan postingan dengan label poem. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label poem. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Juli 2012

aku, kamu


Peluk ini jingga
Merayap di sudut awan
Menyusupi tirai mega mencari kasih

Hangat ini biru
Membelai jiwa dalam semilir damai
Basahi hati di tengah pilu sendiri

Senyum ini abadi
Terpaku dalam gumpalan memori
Hinggap dalam semayam temaram

Hidup ini warna
Bercampur baur dalam kilasan abstrak
Mengejutkan dan penuh arti

Kamu ini cinta
Dalam peluk hangat menenangkan
Tersenyum dalam anyaman hidup

Aku ini bayang
Terselip dalam tiap langkahmu di bawah mentari
Dipayungi awan mengikuti

Kamu.

Kamis, 30 Desember 2010

kau apakan cinta...


kau apakan cinta saat ia kelu membagi namun hati terlanjur memberi?

apa kau memikirkan parit kecil?
arus kecilnya mengalir lambat dan kau melihat cinta itu hanyut perlahan hingga ke samudera
dan akhirnya ia tenggelam di palung terdalam

apa kau memikirkan kubangan besar?
yang diameternya begitu lebar
memuat seluruh perasaan lalu kau kubur rapat

apa kau memikirkan semilir angin?
hingga ia menerbangkan parut-parut itu satu demi satu ke angkasa
hilang ke angkasa seluruhnya

atau kau memikirkan nyala api dalam perapian?
kau tulis cinta itu dalam lembaran kertas banyak-banyak
kau lempar ia ke dalam lidah api berkobar jadi abu dan asapnya membumbung tinggi

kau apakan cinta saat ia kelu membagi namun hati terlanjur memberi?

aku memikirkan kamu
membiarkannya menjadi noktah di suatu tempat di benak dan hatimu
tak pernah teringat namun ada
tak pernah terlintas namun nyata
sisanya aku simpan di kompartemen khusus di hatiku
biar mengendap selamanya

karena sepedih apapun

aku tak ingin ia tenggelam
aku tak cukup mampu menyelam ke dasar untuk mengapungkannya kembali

aku tak ingin ia terkubur
aku mungkin akan terlalu letih menyekop ke dasar

aku tak ingin ia mengangkasa
aku tak miliki balon udara untuk mendaratkannya kembali di bumi

aku tak ingin ia terbakar
 jelaga tak mengingatkanku pada apapun

aku butuh memorimu
jadi saat cinta kelu membagi namun hatiku terlanjur memberi,
aku bisa memeluknya erat...

disini.

291210,afternoon

Selasa, 26 Oktober 2010

stars

malam menua dan gemerlap menyilaukan memenuhi jalanan
menggoda merayu membuai hati
memaksanya tersenyum

mereka bicara tentang kebahagiaan seolah-olahtahu apa yang dibutuhkan
apa yang kubutuhkan untuk sebuah tawa

tapi mereka hanya gemerlap artifisial yang bisa tiba-tiba padam bila tak cukup dialiri arus
mereka tak mampu hidup lama
mereka tak cukup tahu arti atau bagaimana menjadi bahagia

aku merindukan kerlap-kerlip kecil yang menyala bergantian
timbul tenggelam dalam lautan hitam angkasa di pekatnya malam

kerlap-kerlip menenangkan
terlihat jauh tak terjangkau namun dapat tiba-tiba meluncur turun ke sini
me-riakan mata
mendamaikan hati

aku ingin ia...

kamu-kah ia?
kamu-kah kerlap-kerlip itu?
kamu-kah bintangku?

Jumat, 17 September 2010

lost

Aku sampaikan padamu lewat layar, lewat tombol-tombol bisu
Sejuta permintaan maaf dan selamat tinggal
Perpisahan begitu iminen hingga aku tak mampu lagi meraba celah untuk kita terajut kembali.

Tapi aku hanya mendengar hening, yang mengayun maju mundur, keras walau tak tersapu angin.
Bahwa rasa bencimu telah begitu pekat hingga beberapa kata seolah tabu.

Ada kekosongan yang amat mengerak. Di sini. Di tempat kau sempat bersemayam. Area itu sulit untuk cantik lagi. Untuk terisi lagi dengan rasa baru.

Walau memang ada satu terapi spesifik yang mampu memulihkan itu : maafmu

Kamis, 02 September 2010

Cakrawala memucat, mengerutkan terang kemilau matahari menjadi jingga yang menenangkan.
Ada jejak-jejak basah tercetak di atas tanah sehabis hujan. Jejakmu. Berlatarkan gemuruh arus sungai yang menderas, aku hanya mampu memandang jejakmu.
Aku coba mengikutinya. Selangkah demi langkah. Walau tak terkejar. Walau sosokmu tak jua nampak.
Kadang kelelahan datang. Menunda perjalanan untuk mengejar jejakmu. Di dalamnya aku kadang bertanya : tidakkah kau juga lelah? Tidakkah kau kadang menoleh sejenak ke belakang? Memikirkan adakah aku mengikuti langkah yang kau jejaki?

Aku mengikutinya, sayang…
Walau temaram senja ini menyelubungi dan menyamarkan tanda-tanda keberadaanmu yang kelabu.
Aku ingin kau berhenti sejenak. Menunggu. Aku membutuhkanmu. Dan kini sedang berjalan mendekat. Hanya saja.. aku butuh waktu.

Kamis, 19 Agustus 2010

dalam hening pagi

seperti bayi mungil yang haus sinarnya agar ia bertumbuh
aku melangkah pagi ini mencari kedamaian di sisi atap
bersimbah kemilau pagi


lembut angin melingkupi, mengenang sebuah perpisahan tak terlisankan
kau memverbalkan selamat tinggal saat gerak punggungmu menjauh
dan tak lagi menoleh


benak dan hati bertikai dalam selubung eksterior ketidakpedulian
membiarkan langkahmu menjauh saat sebenarnya
ingin mencengkeram dan memaksamu kembali


dalam hening hiruk pikuk pagi alam menyenandungkan sebuah penyadaran
kau pergi agar ku meraihmu kembali


jadi dalam hening pagi aku berbisik lembut
pada semilir sejuk yang menyapa tubuh 


biar kau menikmati perjalananmu kali ini meski tanpa ku temani
dan biar belaian sejuk itu meyakinkanmu 
bahwa saat kau kembali aku sudah jauh lenih baik dan peduli


aku biarkan angin pagi membuat kita terkoneksi,
selamat jalan...

be safe on your road trip, i'll be waiting

Jumat, 09 Juli 2010

dawai pagi

fajar baru sejenak menghilang

memberi kesempatan pada gradasi emas

yang hendak nampak

di sisi siluet pagi yang ajaib

..

matanya tersaput kabut
bening

namun berair
dan sayu

bagai sebuah kehidupan terpuruk disana
meluncur turun
hingga tersuruk
di atas tanah

menelungkup keperihan
dengan jemari yang tertekuk memohon pegangan

..

jangan tertipu

dia masih tegak berdiri

di atas tanah
menatap siluet pagi

dengan ketegaran yang tersisa

tabuh rindu

pijar bintang terakhir itu memudar

bersamaan kerjapan cahaya

yang mendadak kembali

muncul.. mempertegas kekosongan

di hatinya

he needs his girl..

Jumat, 07 Mei 2010

Doa sang ilalang



senyum yang merekah kali ini--bila kau mampu melihat guratannya--sepintas mirip ilalang yang dihembuskan angin..

Gerakannya bergantung pada seberapa kuat energi itu mendorongnya..
Hanya bergulir sedikit menyentuh sisi
atau bahkan merunduk hingga ke batas jauh..

Tapi angin dalam badai,lengkap dengan hujan yang mengiringi
membuat gerakan sang ilalang menjadi inkoheren
sesaat menari dengan liarnya mengikuti liukan angin
sesaat lalu terhempas diam dalam bulir deras titik air
memaksanya berhenti menari..

Ilalang hanya mampu lirih bergumam

"badai ini cepatlah usai,aku rindu matahari dan semilir hening yang menyejukkan. Membuatku lepas menari.."

senyum itu,akankah terus hilang?


beautiful picture taken from this beautiful blog

Kamis, 06 Mei 2010

070210, 07:40

pinus-pinus memagari
menyemarakkan perjalanan

aku terantuk kelelahan
dahaga tempat merebah

..
070210, 05:30

Fajar menyemburat
turun menandakan pagi

cahaya emas itu memesonakan diri

syukur,
bersujud padaMU, Illahi

..

Senin, 26 April 2010

070210
00.10

pekat menggulita
diiringi deru mesin
terbangkan debu

remang lembut melingkupi
figur ayah memeluk bayinya erat

aku terpesona

Rabu, 21 April 2010

Loveliness in laugh

I laugh when i found something funny
scratching my throat

till then i'll cry rightaway
a sudden bleeding
crashing world

wanna laugh to laugh to cry

pathetic

Selasa, 20 April 2010

Jarak kadang menipu.. Kadang juga tidak..



Jejak di atas aspal yang mengeras,seperti awan--ia berarak, mengiring papasan jarak
aku coba mendekat
ke tempat kau berada sekarang

aku ingin kita melangkah ke satu arah yang sama

aku masih percaya pada keajaiban kecil sebuah kebetulan yang menyenangkan

jadi bila hati kita benar menyatu..
Kau akan tahu dimana harus mencariku

seperti aku tahu dimana harus mencarimu
karenanya aku mendekat memapas jarak
agar kita tak terpisah terlalu jauh

namun sia-sia
karena kita masih bisu satu sama lain

dan untuk kali ini,jangan salahkan jarak..

picture taken from here

Rabu, 14 April 2010

UNTUK SENYUM MARIBELLE


Bagian pertama

Di balik konter marbel berpelitur

Ia menggaruk tumitnya yang memerah

Di atas tulang kering

 

Berdiri begitu lama di atas Oxford shoes

Mendengarkan ocehan lalu lalang

Stella McCartney atau Kate Spade

Anna Sui atau Carolina Herrera

Sementara sesekali figur bersetelan

Mengganggunya dengan pertanyaan

Abu-abu atau hitam?

 

Ia menikmati hidup

Sebenarnya

Rutinitas

Seni

Memoles diri

 

Namun ia ingin cinta

Ia butuh cinta

 

Ia tahu Keats

Namun ia tak peduli siapa

Ia hanya mengerti

Bahwa cinta adalah Tuhan

Dan pelukan adalah iman

Bahwa ketidakjujuran hati adalah dosa

Lalu ia hanya ingin itu

Bahagia seutuhnya

 

Lalu pertemuan itu

Pemuda Laundromart-kah

Jawabnya?

 

 

Bagian kedua

Sepasang sarung tangan hitam

Terjual di suatu pagi

Bahwa ia menemukannya di muka apartemen

Saat senja

Berselipkan potongan kertas mahal

Bertanda tangan

 

Mungkin misteri

Mungkin bukan

 

Figur itu terlihat dewasa

Mungkinkah ia

Mungkinkah berada?

Karena ia yakin Armani itu sungguhan

Dan mantel itu asli Burberry

 

Dan

ia tahu Keats

namun ia tak peduli siapa

ia hanya mengerti

bahwa cinta adalah Tuhan

dan pelukan adalah iman

bahwa ketidakjujuran hati adalah dosa

lalu ia hanya ingin itu

bahagia seutuhnya

 

jadi saat figur itu mengisi harinya

menghujaninya dengan Chanel dan Prada

membuatnya tertawa

sementara pemuda Laundromart asyik berkelana

di sisi lain benua

 

mungkinkah bahagia

mungkinkah cinta?

 

Bagian ketiga

Dan

Ia tahu Keats

Namun ia tak peduli siapa

Ia hanya mengerti

Bahwa cinta adalah Tuhan

Dan pelukan adalah iman

Bahwa ketidakjujuran hati adalah dosa

Lalu ia hanya ingin itu

Bahagia seutuhnya

 

Karena bahagia adalah kebutuhan

 

Dan

Setelah rentetan malam penuh pertanyaan

Sejuta mungkin

Sejuta rekaan alasan

Sejuta analisa

 

Salahkah bila ia ingin bahagia dengan utuh

Menengadah untuk kepastian hati?

 

Hingga tangis itu akhirnya menjadi jawaban

Kibaran mantel Armani dari sebuah figur

Yang membalikkan tubuhnya

Berkata tidak

 

Ia tersakiti

Ia menjauh

Membangun inci demi inci lagi

Kehidupannya

 

Karena bahagia adalah kebutuhan

 

Lalu sosok itu kembali

Pemuda Laundromart yang kini lebih bersahaja

Memberinya tawa

Memberinya senyum

Menawarkan kehangatan

Perlindungan

Kepastian hati

Pada dunianya yang baru

 

Untuk pemuda Laundromart

Yang kini tampil lebih bersahaja

Yang meneteskan tiap peluh untuk

Sebuah kata pantas baginya

Yang membuat ia merasa signifikan

Punya peran

Yang memberi dia

Hampir segalanya

 

Pada tiap ukiran senyum

Ia akan memberi kasih dengan porsi yang

Sama besar

 

Karena cinta adalah Tuhan

Dan pelukan adalah iman

Lalu ia hanya ingin itu

Bahagia

Seutuhnya.

 

 

*terinspirasi oleh Shopgirl, karakter Maribelle Buttersfield

Dan salah satu puisi Keats.

Jumat, 26 Maret 2010

fiksi



mereka
hadir tiba-tiba dalam endapan demi endapan
yang menetap dalam kilasan suasana
dan gumaman percakapan tanpa bayangan

memenuhi benak hingga sejenak
mengacaukan fungsi otak untuk
mencerna mana nyata mana mimpi
hingga secara ajaib mereka terpilah
terbagi dalam bilik-bilik imajinasi
di balik masing-masing sekatnya tersembunyi
dunia yang berbeda

mempersiapkan diri untuk berpentas
dalam panggung besar di pusat benak
mereka melatih tiap adegan, bloking dan dialog
mencari ketepatan emosi, ekspresi dan rasa
meperkuat gestur
memoles dekorasi untuk mencipta suasana
dalam rupa warna, konsistensi, ruang dan waktu

menunggu giliran untuk hidup
nyata sesaat
tertuang lewat tinta pena dalam
lembaran-lembaran kosong membangun cerita
membuatku menjadi tuhan

sesaat.

You only live once, if it is great –well, fantastic, but if not.. then write a story bout it.

Find it in her timeline.

If I get scared, I can not write and if I write, I am not scared.

Dr.Alaa Al Aswany (National Geographic, September 2006), Cairene dentist and writer.

Rabu, 17 Maret 2010

a murmur in the valley

Somebody murmured an awkward sound

Echoing nervously somewhere in the humid valley

When glanced around and found nobody

Curiousity resonated through my worried eyes

Was that sound yours?

Selasa, 16 Februari 2010

poet of the afternoon

Langit sore mendayu serupa
Muram wajah sayu matanya
Torehan dalam kertas terabaikan
Dia terpesona
Pada seberkas sinar toska
Memancar dari kolam kelabu

Hatinya jatuh pada kedalaman baru
Ia baru mengalaminya kali ini

Ah, cinta…

Minggu, 14 Februari 2010

kenangan di sebuah sore

Teh madu mengepul
Sepiring pisang goreng hangat tersaji
Aku duduk melingkar di atas matras berayun
Dalam teras berdebu
Pada sebuah sore yang basah dan kelabu
Pada kungkungan senja yang perlahan turun
Dan aku mengenangmu
Tiap hembusan angin
Tiap aroma tanah basah yang terhirup
Tegukan pertama teh madu yang hangat
Mengiringi tiap memori yang terputar
Kekaguman
Rasa peduli
Cinta..
Lalu kehilangan
Lalu kau pergi.

Pisang goreng pertama habis sudah
Kala titik-titik gerimis kembali turun
Menjembatani apa yang tak pernah menyatu
Hingga akhirnya nanti

Notebook yang menyala, sebuah tab yang terbuka
Dan aku coba memulai postingan baru :
Untuk cinta …

300110
05:55pm





afternoon kisses,
nia

Jumat, 05 Februari 2010

for love, peace and smile ...

Allah
pemberi
pencipta
damai
cinta


Sinagrar, Kashmir
Peshawar
Kabul, Afghanistan
Mogadishu, Somalia
Baghdad, Irak


Indonesia

beri mereka damai
untuk sedetik saja nikmati
hari yang indah
dari Mu


biarkan senyum polos
itu merekah

biarkan remaja itu
berkutat
berkumpul
berbicara
tentang buku, cita, cinta
lagu, simfoni
keindahan hidup
tertawa lepas
memandang masa depan tanpa ragu

tanpa takut apa yang akan
datang menyerang beberapa detik lagi

bom menggema
rentetan peluru berdesing
teriakan pilu kesakitan

aku percaya masih ada
cinta
damai
senyum

Kau
punya itu
segalanya

Allah
please...


gambar diambil dari sini