salah seorang penulis Amerika Serikat (maaf,saya lupa namanya) bilang bahwa menulis tak ubahnya sebuah proses membangun tembok bata.
Keseluruhan cerita dibangun lewat fragmen-fragmen yang membentuk detail. Seperti seorang tukang menyusun bata demi bata.
Cerita pun dilengkapi, direkatkan oleh koherensi waktu, plot dan karakter. Seperti tiap bata yang terhubung kuat satu sama lain, disatukan oleh semen.
Saya jadi terpikir tentang tulisan saya sendiri...
Sudahkah masing-masing fragmennya dielaborasi dalam detail yang cantik?
Sudahkah ia memiliki koherensi waktu, plot dan karakter sebagai semen yang kuat?
Jujur, saya ragu..
Oleh sebab itu, saya butuh pembaca..
Saya butuh kalian..
of dreams | of life | about love | of bitter reality | of hopes and wishes | about you. Yes, you.
Rabu, 12 Mei 2010
Selasa, 11 Mei 2010
Jumat, 07 Mei 2010
Doa sang ilalang

senyum yang merekah kali ini--bila kau mampu melihat guratannya--sepintas mirip ilalang yang dihembuskan angin..
Gerakannya bergantung pada seberapa kuat energi itu mendorongnya..
Hanya bergulir sedikit menyentuh sisi
atau bahkan merunduk hingga ke batas jauh..
Tapi angin dalam badai,lengkap dengan hujan yang mengiringi
membuat gerakan sang ilalang menjadi inkoheren
sesaat menari dengan liarnya mengikuti liukan angin
sesaat lalu terhempas diam dalam bulir deras titik air
memaksanya berhenti menari..
Ilalang hanya mampu lirih bergumam
"badai ini cepatlah usai,aku rindu matahari dan semilir hening yang menyejukkan. Membuatku lepas menari.."
senyum itu,akankah terus hilang?
beautiful picture taken from this beautiful blog
Kamis, 06 Mei 2010
Senin, 03 Mei 2010
a teary confused monday : notes from dreamy stupid girl for super holy and awesome God
Saya memutuskan untuk saum sunah senin hari ini
saya nggak jadi mencari kopi pagi tadi,mungkin kopi-kopi itu bisa saya gunakan lain kali.. Jadi hari ini saya berpuasa.
Mereka bilang saat sedang puasa,kita dianjurkan untuk tidak menangis karena.. Itu makruh,merupakan simbol luapan emosi,bukan pengendalian diri.
Tapi Allah swt adalah Tuhan yang Maha pengertian. Dia tahu apa yang terjadi. Pergumulan sengit di benak saya mirip genderang perang di Helm's Deep,yang sensasinya menggemakan dan memerihkan echo hingga ke ulu hati.
Jadi saya menangis siang ini..
Karena banyak hal. Amat banyak hal.
Saya tahu seharusnya saya tidak merasa terganggu saat orang kerap bertanya tentang pekerjaan.
Saya tahu bekerja.. Sebuah titel profesi adalah tuntutan,saat sekolahmu selesai,dan kamu resmi lulus.
Tidak,saya tidak menyalahkan mereka untuk rasa penasaran mereka yang tidak mau berhenti.
Saya hanya menyalahkan diri saya sendiri atas kebingungan dalam menjawab pertanyaan mereka.
Saya selalu mencoba untuk tidak menghakimi orang lain karena saya sendiri enggan dihakimi.
Saya hanya merasa tidak nyaman untuk membagi itu secara terang-terangan.
Saya ingin bilang,saya hanya ingin memilih sesuai kata hati. Saya ingin banyak membaca,menulis, mengamati dan mengetahui.
Mereka mungkin bilang saya tolol dan perlu dikasihani.
Bilanglah..
Karena saya sendiri ingin mengasihani diri saya sampai bisa memeluk,menenangkannya dan membuatnya menangis tersedu. Karena mungkin setelah itu.. Mungkin saja saya bisa tertawa lebih lepas.
*sigh*
saya terperangkap kebingungan kronis akan hidup saya sendiri. Dan saya punya support system yang sedikit tidak solid.
Saya hanya bisa mengandalkan hati dan logika..
Siapapun di antara keduanya yang kebetulan sedang mendominasi.
Saya butuh Engkau ya Rabb. Butuh sekali untuk menyibakkan pucuk-pucuk rumput tinggi nan ruwet yang menghalangi jalan saya.
Maafkan saya untuk menangis siang ini.
Tapi saya percaya Engkau adalah Tuhan yang sangat pengertian ya Rabbi...

picture taken from here
saya nggak jadi mencari kopi pagi tadi,mungkin kopi-kopi itu bisa saya gunakan lain kali.. Jadi hari ini saya berpuasa.
Mereka bilang saat sedang puasa,kita dianjurkan untuk tidak menangis karena.. Itu makruh,merupakan simbol luapan emosi,bukan pengendalian diri.
Tapi Allah swt adalah Tuhan yang Maha pengertian. Dia tahu apa yang terjadi. Pergumulan sengit di benak saya mirip genderang perang di Helm's Deep,yang sensasinya menggemakan dan memerihkan echo hingga ke ulu hati.
Jadi saya menangis siang ini..
Karena banyak hal. Amat banyak hal.
Saya tahu seharusnya saya tidak merasa terganggu saat orang kerap bertanya tentang pekerjaan.
Saya tahu bekerja.. Sebuah titel profesi adalah tuntutan,saat sekolahmu selesai,dan kamu resmi lulus.
Tidak,saya tidak menyalahkan mereka untuk rasa penasaran mereka yang tidak mau berhenti.
Saya hanya menyalahkan diri saya sendiri atas kebingungan dalam menjawab pertanyaan mereka.
Saya selalu mencoba untuk tidak menghakimi orang lain karena saya sendiri enggan dihakimi.
Saya hanya merasa tidak nyaman untuk membagi itu secara terang-terangan.
Saya ingin bilang,saya hanya ingin memilih sesuai kata hati. Saya ingin banyak membaca,menulis, mengamati dan mengetahui.
Mereka mungkin bilang saya tolol dan perlu dikasihani.
Bilanglah..
Karena saya sendiri ingin mengasihani diri saya sampai bisa memeluk,menenangkannya dan membuatnya menangis tersedu. Karena mungkin setelah itu.. Mungkin saja saya bisa tertawa lebih lepas.
*sigh*
saya terperangkap kebingungan kronis akan hidup saya sendiri. Dan saya punya support system yang sedikit tidak solid.
Saya hanya bisa mengandalkan hati dan logika..
Siapapun di antara keduanya yang kebetulan sedang mendominasi.
Saya butuh Engkau ya Rabb. Butuh sekali untuk menyibakkan pucuk-pucuk rumput tinggi nan ruwet yang menghalangi jalan saya.
Maafkan saya untuk menangis siang ini.
Tapi saya percaya Engkau adalah Tuhan yang sangat pengertian ya Rabbi...
picture taken from here
Minggu, 02 Mei 2010
sepanjang pelayaran saya bersama perahu kertas #1
Keenan bilang pada Kugy bahwa.. Walaupun harus menempuh jalan yang berputar,suatu saat nanti mereka berdua pasti bisa jadi diri mereka sendiri..
Seperti mantra baru yang menggoda untuk terus dirapal dan dihafal,saya juga mengatakan hal yang sama seperti yang Keenan ucapkan, pada diri saya sendiri..
Lagi
dan lagi..
Seperti mantra baru yang menggoda untuk terus dirapal dan dihafal,saya juga mengatakan hal yang sama seperti yang Keenan ucapkan, pada diri saya sendiri..
Lagi
dan lagi..
babblesabout:
books,
dewi dee lestari,
keenan dan kugy,
me,
perahu kertas
Langganan:
Postingan (Atom)